Filed under: Jalan2, riview makan — pepeng @ 11:21 am

Saya kok miris pernah lihat seorang bapak-bapak mati terkapar dengan mulut berbusa,lebih parah lagi matinya di kamar lokalisasi. Di atas meja samping tempat tidurnya tercecer beberapa obat kuat laki-laki. Barang lain yang ditemukan adalah botol minuman kemasan, minuman karbonasi, minuman seplemen penambah tenaga, bungkus roti, bungkus nasi, sisa mie instan, dua gelas bekas kopi, makanan ringan, biskuit, wafer, kunci rumah, rokok merek Pundimas,6 kondom habis pakai dan bekas tempat obat Dapyrin Paracetamol (pereda nyeri dan penurun panas). Celana dalam merk crocodil dan bbrp bon hutang ada di saku celana bapak-bapak itu.
Ini mau mbahas makanan apa indentifikasi mayat overdosisi obat kuat?
Mau tehe ?
Bagi yang percaya,daging kambing yg sudah diolah konon bisa menambah kualitas berhubungan suami istri. Serat-serat yg halus dan pori2 permukaan daging membuat rasa daging kambing olahan jadi barang yg di cari2. Maka tak jarang,banyak sate atau tongseng berdiri kokok di pemberhentian truk atau kontainer. Menambah stamina kata “Pak Koko de jamal “ supir kontainer yang setiap hari mampir, kalo tak mengkonsumsi daging kambing menjadi lemas dan tak bertenaga.


Tongseng kambing
Kuah yg kental,daging yg besar-besar,potongan kubis dan irisan omat merah membuat warna yang di sajikan dalam sepiring tongseng kambing jadi sempurna dilihat. Ranjau-ranjau darat berupa irisan cabe rawit warna hijau bisa membuat mulut bisa meledak kapan saja ketika irisan-irisan berbagi kombinasi itu masuk ke mulut kita. Cuaca sore turun hujan membuat suasana jadi intim dan juga meja2 yg bau daging kambing menyapa hangat. Sungguh,paduan karya manusia yg sempurna. Nasi mengepul menjadi warna lain ketika bau kuah itu membuat perut tiba-tiba melapar. Satu,dua…sampe 4 sendok tak terasa hingga sendok terakhir menutup rasa tongseng kambing jadi nikmat dan menyempurnakan rasa legit dagingnya.


Sate kambing
Setelah duduk di kursi panjang dan melihat aneka jenis kaleder yg nempel di dinding warung itu,tiba2 asap datang dari dapur warung itu. Serasa sapaan mesra selamat datang dari sang penjual sate. Tak lebih dari 20 menit potongan daging kambing yg di-iris berbentuk dadu,ditusuk dengan bambu ukuran kabel mouse sudah landing dimeja kami. Warna hitam kelam dan sedikit merah mejadi warna yg sangat menawan,ditambah kuat kecap hitam yang di dalamnya saling berenang potongan cabe hijau dan bawang merah. Setiap gigitan terasa makan permen karet,halus dan empuk dikunyah. Turun hujan dan segelas tea hangat membuat suasana jadi dekat dan mesra..seolah-olah kita ada diatas bukit menyantap bakaran daging lezat. Sungguh,karya maha sempurna yg pernah saya rasa.

Untuk menyantap sate dan tongseng tidak akan membuat kemiskinan seumur hidup dan menaun, satu porsi sate 25 ribu isi 10 tusuk dan sepiring tongseng di bandrol kurang lebih 20ribu include nasinya.
Bagi yang ga percaya,boleh mendarat langsung ke area Blodo salah satu kecamatan di pekalongan,lebih tepatnya area pasar blado dekat jembatan,ada warung namanya “warung sate gule mbak yonna”.
Salam
Pepeng
eScoret
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
© 2006 Escoret.Net
Powered by WordPress
Design by Web Developer
Hosting : Foxilab Studio
peng sudah setoran belon peng ?!?
Comment by didut — January 26, 2010 @ 11:32 am
uenaaak….
Comment by belajar menulis — January 26, 2010 @ 11:49 am
walah.. do jatuh cinta tenan karo gita rupanya..
*entuk kikod “gita”*
Comment by oelpha — January 26, 2010 @ 12:57 pm
liat foto pertama, wik… itu seporsi sate banyak bener ya? gede2 satene. mantap gan!
Comment by fahmi! — January 26, 2010 @ 1:03 pm
enake rek
Comment by ciwir — January 26, 2010 @ 2:44 pm
wah boleh dicoba nih..
Comment by joe_rock — January 26, 2010 @ 4:06 pm
dadi pengen tengkleng
Comment by nothing — January 26, 2010 @ 7:07 pm
puitis sekali, mas bro
Comment by goop — January 26, 2010 @ 8:50 pm
mesisan mbak yonna ngancani awake dw mangan ga peng? *evilsmirk*
Comment by hedi — January 27, 2010 @ 12:54 am
nek dasare kuat yo kuat peng..
Comment by budiono — January 27, 2010 @ 3:10 am
Jadi, kamu kasian sama bapak2nya karna mereka lebih milih obat2an kuat daripada makan daging kambing, gitu ya peng?
Comment by sita ^pporicrazy^ — January 27, 2010 @ 7:34 am
wah kang pepeng sering liat buser ma meteor ya kang?
emang dari dulu kambing diaanggap bisa menambah gairah dan fitalitas seksual
*emmmbeeekkkk
lho kok ada suara wedhus?
Comment by slams — January 27, 2010 @ 9:00 am
pernah nyobain tongseng kiloan di puncak peng?sambil makan sate bisa juga sekalian nyate daging hidup
Comment by maslie — January 27, 2010 @ 9:48 am
Blado kaleeee…. di Batang bukan Pekalongan tho…?
Comment by evi — January 27, 2010 @ 11:23 am
sakjane postingan ini ga penting isinya, wong Pepeng cuma mau pamer-pamer gambar sate.. ya kan? hihihihihi
*berlalu dengan anggun*
Comment by Chic — January 27, 2010 @ 6:19 pm
enakan gule balungannya peng, yang tidak kita coba *nyesel*
saya ga percaya lho daging kambing itu salah satu Aphrodisiacs karena dia daging kambing. soalnya cari di luar negeri - ga termasuk ke dalam makanan mitos pembangkit hasrat seksual.
mungkin dia jadi pembangkit hasrat seksual karena mengandung protein tinggi. kalau di luar negeri itu cuma testikel kambing ajah, dagingnya kagak!
Comment by Dek Titut — January 27, 2010 @ 10:56 pm
Wah kalo yg namanya daging kambing sih memang saya paling doyan. Diolah kayak apa juga oke ! Tentang daging kambing bisa jadi “daya ungkit” lelaki hmm kayaknya sih ada benernya hehehe …
Apa Kabar Peng ?
Comment by Ajitekom — January 28, 2010 @ 10:43 am
lohhhhhh………….kok ra metu??
Comment by Lie — January 28, 2010 @ 2:55 pm
bungkuske kang veng..
Comment by el_afiq — January 28, 2010 @ 4:45 pm
hwaaaaa…. tongseng itu makanan kesukaanku! *laper*
Comment by mina — January 31, 2010 @ 12:27 am
kambing pasti !! coba makanan seafood juga sama efek nya ..
Comment by atrix — February 2, 2010 @ 2:34 pm
kangen ma sate kambing di sampangan dekat ma krethek wesi…..huhuhuhu
Comment by gunturgeni — February 3, 2010 @ 7:41 pm
nanti malem coba buktiin ah
Comment by phery — February 11, 2010 @ 1:55 pm
wedyan……sate…..sakgebug maleng…………
Comment by j — March 9, 2010 @ 3:34 pm