Filed under: Artikel — pepeng @ 12:25 pm
Sepertinya deraan korban lupur lapindo ga ada habis2nya. Setelah tidak lagi di beri jatah makan oleh-LAPINDO,ternyata masalah muncul lagi yaitu dengan di beri hadiah istimewa yaitu kenaik-kan BBM.
Masyarakat umum saja terpukul dengan kenaikan BBM yg se-enak udel itu, apalagi korban lumpur lapindo yg sekarang masih tertahan di barak-barak pengungsian itu.!!!!
Soal BBM yg di naik-kan,strategi SBY bener2 salah.Aku yakin perolehan suara pemilu 2009 bakal turun..!!!
Soal lumpur lapindo…dan sebagainya
Mau tehe..???
Belum berhenti,sampe saat ini semburan itu masih ada dan bahkan muncul lagi pusat2 semburan yg muncul di pemukiman warga.
Bukan hanya air saja,tapi ada juga kandungan gas yg mirip bensin gitu. Dan kalopun terkena api,aku yakin bisa menyala.
Busetttt…porong menurut saya sudah mirip neraka dunia. Kondisi cuaca yg panas menambah deret panjang akan suasana yg kurang menunjang untuk bermukim.
Ini saya ulik spot2 yg bisa saya sampaikan.
•Proses pendidikan : di barak pengungsian yg saya jumpai,ada sebuah petak tempat belajar yg memperihatinkan kondisinya jauh dari kata nyman.Pengap,panas dan banyak lalat. Kondisi ini sebetulnya tidak nyaman untuk proses bejalar mengajar. Terdapat bangu yg apa adanya dan ruang kelas juga tanpa ada sekat yg layak pakai. Dan saya masih bingung dengan masa depan anak2 yg terlahir di situ..bayangkan,lumpur akan berhenti kira2 30 tahun lagi..??? ini baru tahun ke 2 lho..???*bayangkan*
•Gesernya paradikma : Paling mengharukan ialah ketika ada acara hajatan, ntah lebaran kurban,lebaran ketupat. Dan bikin miris lagi adalah proses pernikahan hanya seperti di bawah ini.tampil dengan apa adanya. Tidak ada janur kuning yg melengkung.hanya tersaji teh hangat,beberapa gorengan dan buah. Sungguh potret yg memprihatinkan. Nikah tidak ada yg istimewa, dan heran-nya lagi…setalah nikah…mau ML dimana.??? bayangkan jika di barak2 separti itu..??? bener2 rasa nyaman sudah di rampas…*bayangkan ,lumpur akan berhenti 30tahun lagi*
•Proses menyambung nyawa : Tidak banyakyg di lakukan,hanya menggunakan waktu dengan apa adanya. Saya sempet berbincang dengan warga pembuat kranjang. Beliau sehari bisa membuat kranjang dalam 1 hari 5 buah dan harga per krangjang adalah 5ribuan….bayangkan keuntungan buat makan berapa..???? dan dengan segala keterbatasan itupun,mereka masih bisa bertahan…
•Proses penghentian semburan : Tanggul-tanggul dan alat2 berat setiap hari meraung2 di area semburan. Membuat tanggul lebih tinggi agar luapan lumpur bisa terbendung dan bisa di salurkan ke sungai. Dan sampe saat ini,semburan lumpur belom berhanti. Bayangkan 30 tahun…bahkan lebih mungkin…!!!
Bencana ini sebetulnya selisih beberapa hari dengan GEMPA JOGJA…!!!
Tapi kenapa porong belom juga ada solusi yg menghasilkan win-win solution.
Kira2 klo anda di situ apa yg akan di lakukan..???
Bos….itu meraka sodara2 kita lho.
Kira2 ada usul apa untuk bantu mereka
SAYA TUNGGU IDENYA,.,
Something just never change in this country…!!!!
Salam
Pepeng
eScoret
nb : web resmi korban lumpur lapindo yg di motori mas wijanarko
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
© 2006 Escoret.Net
Powered by WordPress
Design by Web Developer
Hosting : Foxilab Studio
Transmigrasi doongg…
pindah ke Kalimantan, Sulawesi, atau di Irian Jaya..
disana tanah masih luas…
mulai hidup baru dan usaha baru..
stop budaya ngemis ke orang lain dengan kedok menuntut bantuan..
Comment by Yogie — May 26, 2008 @ 1:06 pm
naas sekali emang…
kalo kata iklannya mas dedi mizwar yang cocok buat komennya mas yogie
“Bangkit itu malu!”
Comment by waterbomm — May 26, 2008 @ 1:34 pm
**sekali lagi
setuju ma mas yogie
pindahin mereka-mereka ke daerah yang masih sepi, bangun lagi dari nol.
Comment by waterbomm — May 26, 2008 @ 1:35 pm
Comment by memble — May 26, 2008 @ 2:35 pm
Pernah denger law of attraction dong? kalo kamu terus menerus berkata “Something just never change in this country…!!!!”, orang2 sekitar juga akan berpandangan senegatif kamu. Dan inget, kata2mu adalah doamu, siapa tau Tuhan sedang ingin mengabulkannya? dan voila!! it’ll happens, darl.. Yang jelas, aku selalu doain yang terbaik buat sodara2 kita itu. AMEN.
Comment by titiw — May 26, 2008 @ 2:51 pm
ya relokasi aja. tapi banyak yg ga mau karna mikir duit lebih bernilai. malah ada yg gak pengen dapet duit langsung sekarang, tapi nanti aja. dikompromikan ma anggota keluarga dan malah dibuat rebutan warisan. duh…
Comment by Anang — May 26, 2008 @ 2:53 pm
yaaaa begitulah pasangan pemimpin kita… suruh naekin harga bbm aja gampang banget… urus derita korban bencana ga ada yg becus!
Comment by thuns — May 26, 2008 @ 4:17 pm
walah peng, coba kamu kabarin aku pas ke porong, sekalian lihat semburan baru yg skrg udah setinggi 15 meter dan mengandung gas alam. Kayaknya itu juga bakal menjadi bencana susulan, karena sampai saat ini masih belum ada tindakan lebih lanjut.
Comment by Mbah Sangkil — May 26, 2008 @ 6:25 pm
aku jadi sedih banget baca ini
Comment by mina — May 26, 2008 @ 6:28 pm
Info lewat… Aburizal Bakrie sekarang orang terkaya se-Asia Tenggara
http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/26/time/151114/idnews/945246/idkanal/4
Comment by herman saksono — May 26, 2008 @ 6:53 pm
@@menimpali komen om herman saksono : seandainya bakrie mau nyumbangin 5% saja hartanya u/ bantu org2 yg kurang mampu..
Comment by Baby Vay — May 26, 2008 @ 7:43 pm
benar. yuk rame2 ngerampok bakri…
Comment by kw — May 26, 2008 @ 9:46 pm
sangat sulit untuk mendapatkan solusi kalau warga disana juga kekeh jumekeh gak mau pindah
Comment by Totok Sugianto — May 26, 2008 @ 10:22 pm
pulau jawa tenggelam!
Comment by venus — May 26, 2008 @ 10:24 pm
Lebih baik warga sekitar radius 1 kilo dari pinggir Lapindo JANGAN diperbolehkan untuk membangun tanahnya menjadi rumah dan sebelum 100% pembayaran ganti untung “bukan jamannya lagi Ganti RUGI” dari Bakrie maka jatah makan tiap hari harus diberikan.
Kumpulin tanda tangan “mendukung” warga sekitar juga warga surabaya dan serahkan ke SBY dengan cara yang unik biar beliau tersentuh jari kelingkingnya.
Buat berita yang heboh akan Jeritan warga lapindo, terus menerus kalau bisa sampai mblenger di media apa saja.
Yang penting, loe peng harus iklhas membantu, jangan ada pamrih secuil pun.
Comment by ono — May 27, 2008 @ 11:39 am
Makanya pake E***! (malah ngiklan)
btw Transmigrasi itu gak semudah diomonginnya…
Sudah banyak keluarga2 yang menjadi korban transmigrasi, sesampainya di daerah bukannya diurus malah ditelantarin, jadi gak ada bedanya di Porong atau bukan
Comment by Avante — May 27, 2008 @ 11:42 am
ada yg lupa belum nutup quote nih
Comment by Avante — May 27, 2008 @ 11:43 am
miris ya liatnya, tadi sempet baca email ttg pernikahan kel bakrie yg memakan biaya sampe 2 digit milyar. wuiiiiiiiiiiiiiiiih kontras banget
Comment by linda — May 27, 2008 @ 12:34 pm
dari teman saya
http://sapiterbang.wordpress.com/2008/04/11/susi-dan-bakri-bermain-lempung/
Comment by puput — May 27, 2008 @ 12:48 pm
oh, lumpur porong?
saya nggak pinter cari solusi dan udah abis hati liat korban2nya.
tak doain aja wes. doa makan. makan lumpur. dari tanah kembali ke tanah to?
*sebenere komen cuma karna kikod-nya binatang pisuhan yg paling menggemaskan dan man’s best friend banget*
Comment by pit — May 27, 2008 @ 2:11 pm
wew..
kmr nabil lewat jg.
parah….
jd hrs lbih bersyukur neh…
Comment by nabeeL — May 27, 2008 @ 11:29 pm
ironisnya, keluarga yang menyebabkan semua ini malah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia di Globe Asia.
Comment by itikkecil — May 28, 2008 @ 9:45 am
hiks…kalo aku disitu, aku akan belajar bernapas dalam lumpur, terus bertapa biar sakti kalau sudah lulus tapi, aku kutuk orang yang hobinya mengumpulkan harta untuk dirisendiri dan membuat manusia lain menderita menjadi babi, abis itu babinya dipotong dibagi untuk manusia lain yang sudi memakannya….gratis!
Comment by oon — May 28, 2008 @ 9:52 am
hiks…kalo aku disitu, aku akan belajar bernapas dalam lumpur, terus bertapa biar sakti kalau sudah lulus, aku kutuk orang yang hobinya mengumpulkan harta untuk dirisendiri dan membuat manusia lain menderita menjadi babi, abis itu babinya dipotong dibagi untuk manusia lain yang sudi memakannya….gratis!
Comment by oon — May 28, 2008 @ 9:52 am
lho kok jadi 2?
Comment by oon — May 28, 2008 @ 9:54 am
sudah dua tahun rakyat jelata tidak tahu apa2 itu terombangambing dengan kepentingan pihak2 yg ingin naik daun,,, haaah…. jengah..
salam kenal mas…
Comment by fauzansigma — May 28, 2008 @ 2:29 pm
saya kok heran ada banyak yang dengan gampangnya nyuruh pindah/transmigrasi ke pulau lain.
pertama, yang memodali siapa?
dua, uang yang selama ini dikumpulkan sehingga menjadi tanah dan rumah akan dianggap tidak pernah ada?
tiga, beban sosial dari pihak yang pindah dan yang dipindahi bisa sangat berat.
pantes aja korban lumpur ita nasibnya tidak jelas, lha rakyat yang lain juga ignorant seperti itu.
Comment by herman saksono — May 28, 2008 @ 3:26 pm
solusi udah banyak dikasih ma orang2 pinter. yang ga ada adalah, niat SBY, JK, ICAL untuk nyelesein masalah. yang ada ditutup2in mulu
gini aja, kirim bom ke ical, trus sita hartanya buat korban lumpur lapindo
Kamis, 29 Mei, Kamis Putih untuk solidaritas korban lumpur lapindo. pake baju putih dan tunjukkan perlawanan kita untuk seluruh kebohongan dan janji2 yang dilakukan tiga serangkai dan anak buahnya itu!
Comment by yati — May 28, 2008 @ 3:34 pm
:((
aku gk tau lagi mo ngomong apa tentang Lumpur Lapindo
banyak dari kita yang melupakanna karena media sudah jarang mempublishna, jika terpublish maka akan menjadi lumpur sidoarjo, bukan Lapindo.
JAHATT…!!!
transmigrasi mungkin bisa jadi solusi., tapi kenangan akan kampung kelahiran tidak akan bisa tergantikan.
Ayo Bangkit Indonesia.
Comment by inidanoe — May 28, 2008 @ 4:22 pm
Kok enak sekali nyuruh korban untuk diam tidak protes? Apalagi malah nyuruh transmigrasi. Duitnya darimana HAH? Rumah aja ludes malah mau pindah ke Irian Jaya!!!! Emangnya ga bayar? Ngasih solusi kok gampang di mulut doang tapi nggak dipikir.
Pertanyaan khusus untuk yang berpendapat korban Lapindo itu seharusnya tidak mengemis dan tidak protes:
Sekarang bayangkan Anda menjadi korban Lapindo. Misalnya Anda memiliki rumah, usaha, sanak sodara, tiba2 HILANG begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab, apa betul Anda tidak marah dan tidak akan meminta hak-hak Anda untuk kembali seperti sedia kala? Apa betul Anda tidak akan protes dan diam saja daripada dituduh mengemis? Kalo benar Anda akan seperti itu, berarti Anda bodoh. Orang bodoh tidak tau hak dan tanggung jawabnya. Orang bodoh tidak segan apabila tidak mengerjakan tanggung jawabnya. Dan orang yang paling bodoh, adalah orang yang tidak memperjuangkan hak-haknya yang pantas mereka dapatkan.
Comment by Miss Mimit — May 28, 2008 @ 4:30 pm
wah…..bgimana sih pemerintah kita ini ??
Comment by Okta Sihotang — May 28, 2008 @ 9:05 pm
Yogie, jangan sinis. Cobalah empati. Bayangkan Anda bertahun-tahun merangkai mimpi, mengharapkan sepetak tanah dan bangunan di atasnya menjadi ruanh tumbuh anak-anak. Tiba-tiba semua hilang. Dan hak Anda memperoleh ganti malah dikangkangi.
Comment by wandi — May 29, 2008 @ 1:21 am
DUKUNG ICAL FOR PRESIDEN 2009!!!
TTD
Ketua Tim Sukses IFP
Ical For Presiden
Comment by leksa — May 29, 2008 @ 3:05 am
lumpur makin menggunung, si pemilik lumpur jadi orang terkaya nomor satu di asia tenggara..huek..
Comment by cewektulen — May 29, 2008 @ 12:28 pm
Bujud komennya macem2 yak??
Seharusnya pemerintah bisa menyikapi solusi dengna bijak.
Ganti rugi sebaiknya ditalangi pemerintah semuanya dan pihak Lapindo membayar ke pemerintah.
Bisa direncanakan untuk Tahun Anggaran 2009 karena sekarang kementerian2 dan Lembaga Negara sedang menyusun RKAKL (Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga) 2009 sebagai dasar pembuatan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2009 yg seluruhnya tercantum dalam APBN.
Om Pepeng bingung yak??
Sama dong
Klo nda salah transmigrasi itu gratis deh.
main2 aja ke webnya depnakertrans
Comment by spedaman — May 30, 2008 @ 9:04 am
serem
Comment by dahlia — May 30, 2008 @ 9:03 pm
Bapak Aburizal Bakrie, Anda bisa melakukan apa saja.
Kami juga bisa!!!
Kami akan memulainya dari “aburizalbakrie.comâ€.
Comment by Anonim — May 31, 2008 @ 12:10 pm
#37 :
knapa ga dimulai dengan membinasakan esia ^^
Comment by bebex — June 1, 2008 @ 1:14 am
Wih… komentarku berbuah..
ehhehe…
Mungkin kita memang berbeda pendapat..
saya komen gitu karena saya punya pandangan lain mengenai hal ini.
Saya tidak melihat semata-mata hanya dari uang! uang dan uang..
Saya lebih memikirkan kesejahteraan mereka saat ini..
lebih suka mana?
lihat mereka membuka lembaran hidup baru di tanah seberang..
atau ngeliat mereka nginep di camp pengungsian?
Lagian kenapa LSM nggak bikin proposal ke nakertrans untuk menggratiskan program transmigrasi untuk korban lapindo seandainya transmigrasi itu bayar? Kenapa kerjaannya cuma mendorong-dorong pemerintah, lapindo, dan korban untuk saling memenuhi hak dan kewajibannya?
Dorong sih boleh, tapi korban juga dipikirin dong.. Mendingan mereka transmigrasi, mulai hidup baru.. Toh dapet pembekalan dari Pemerintah. Apa udah terjebak dalam zona nyaman? sampe nggak mau pindah.
Nah.. kalo dah dapet ganti.. baru kasihin ke korban yang sapa tau udah sukses di tanah seberang… LSM dan Pemerintah yang bertugas mengawasi dan menyalurkan… Begitu analisis sok tau saya…
Miss Mimit, tengkyu ya dah dibikinin postingan tentang saya
Comment by Yogie — June 1, 2008 @ 2:05 am
http://sayakorbanlapindo.googlepages.com/home
Comment by http://sayakorbanlapindo.googlepages.com/home — June 20, 2008 @ 4:04 am
halo mas,
walah, tulisane jan apik tenan lho. Aku dadi pengen nulis juga hubungane ambek tulisane. Mas, aku mbok diajari carane nulis nang blog sing menarik dong, akeh banget masalah korban sing perlu diangkat, tapi karena keterbatasanku, akhire nulise yo grothal-grathul dan luambat.
Salam dr sidoarjo,
Win
NB : Aku coba nelp bbrp kali ko ra iso? Ditakokne Anton rencanane ndisek piye?
* Utk YOGI : WHAT THE F@$K?????
Comment by korbanlapindo — July 5, 2008 @ 8:15 pm
@Yogie
Aku pingin tahu, kira-kira Yogie yang jadi korban lumpur Lapindo masih bisa nggak ngomong seperti itu?
Jeritan korban Lapindo cuma semata-mata demi uang? Terjebak zona nyaman? Disuruh transmigrasi masalah selesai? Lha kok nyimut!!
Karena Yogie cuma sekedar “memikirkan kesejahteraan” korban Lapindo?
Bahasamu muluk-muluk, tapi omonganmu keji… Mbok datang langsung ke Porong, dan lihat langsung penderitaan korban Lapindo…
Ttd. Warga Sidoarjo…
Comment by Indra — July 26, 2008 @ 2:31 pm
@yogi, inget yog..trans itu ga semudah dan ga semudah yang dibayangkan…
semisal trans juga di buang ke pedalaman, sama artinya tinggal di porong dengan keadaan seperti itu..karena akses apa saja tertutup klo udah bermukim di pedalaman..gitu yang aku ketahui…
Comment by koprilia — July 27, 2008 @ 9:26 pm
@yogi
datang ke porong, tak bacok kon..!!
Comment by arek darjo — July 31, 2008 @ 1:09 am
wuih..panas membara komennya ya…
dulu aku tinggal di Sulawesi dan sering maen ke daerah transmigrasi..
mereka nyaman disana..punya rumah gede, tanah luas, hmm kerja ada, walo penghasilan pas..pas butuh pas ada. kemana2 emang susah…lah podo mbek aku sing tinggal di sulawesi walo bukan transmigran.
tapi untuk lapindo memang harus dan wajib memberikan hak para korban lapindo…ganti rugi itu dah pasti dan harus coz yang rusak bukan yang ada di depan mata tapi masa depan warga sana juga..
untuk korbannya…jangan tergantung ma lapindo juga..kita harus lihat kedepan..sambil nunggu dan nuntut..life must go on…jangan biarkan hidup kalian jalan ditempat. Btw ada komisi khusus tuk maksa lapindo segera nyairin dananya to?
maaf sayah nda sempat kesana…saya doakan dari sini..semoga hidup kalian penuh berkah.
Comment by kian — July 31, 2008 @ 9:08 am
walah, kok maen bacok2an segala…
Buat apa saling bertengkar disini?
Ga membantu juga kan??
*berlalu…. miris melihat keramahan Indonesia yang semakin pudar
Comment by wiwikwae — July 31, 2008 @ 9:35 pm
wah….banyak dokumentasi. Selalu waktu ke Porong pas ga ada acara..tapi ya merasakan tidur siang bolong di pasar porong seru juga…hahahha…dasarnya raiku rai bantal…
Comment by tyas — August 12, 2008 @ 2:57 pm
salam korban lumpur….he2,, perkenalkan saya salah satu dari ribuan anak akibat luapan lumpur lapindo dari desa renokenongo. ekspose ttg dampak lumpur di blog anda semoga membuka mata pemerintah dan bakrie untuk segera melunasi sisa hutang 80% tanah kami!! sudah cukup rasanya kita bersabar, tanah sudah disiram lumpur….eh,,, ganti rugi juga nggak jelas,, cape dech,,,
trims, v3
http://duniapsikologi.dagdigdug.com/
Comment by Fitri — January 23, 2009 @ 8:46 pm
loh ituw stasiun porong masuk juga,,bima foto kena’ gag ea?ituwh rumah kuwh..huwaaaa
Comment by merista fauziah — September 15, 2009 @ 3:12 pm
stasiun porong udah kena’?studi photokuwh kena’ juga donk???
Comment by merista fauziah — September 15, 2009 @ 3:14 pm